Menu
Rupiah dan Harga Emas
Posted : 2020-01-15, By Admin SHG
Rupiah dan Harga Emas

Harga emas dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Hal ini dikarenakan emas dunia dihargai dengan acuan Dollar Amerika sehingga naik turunnya nilai tukar mata uang tersebut akan mempengaruhi harga emas dalam negeri.

Pada prinsipnya melemahnya Rupiah, atau naiknya harga Dollar Amerika, akan mendorong harga emas ke atas. Sebaliknya menguatnya Rupiah, atau turunnya Dollar Amerika, akan mendorong harga emas ke bawah.

Melihat 5 tahun ke belakang, Rupiah cenderung melemah, perlahan tapi pasti, terhadap Dollar Amerika. Dimulai di kisaran Rp 12.500 / USD, Rupiah terus melemah hingga mencapai puncaknya di Rp 15.000 / USD di pertengahan 2019 yang lalu.

Seiring dengan menguatnya harga emas dunia di periode yang sama, pertengahan 2019, membuat harga emas domestik mencapai titik tertinggi di bulan Agustus 2019 yang lalu.

Tren melemahnya Rupiah tersebut disebabkan salah satunya dari neraca perdagangan yang tidak imbang, impor yang melebihi ekspor. Pemerintah Indonesia melakukan kebijakan-kebijakan untuk mencegah pelemahan Rupiah lebih lanjut dengan cara-cara seperti pembatasan impor.

Akan tetapi butuh waktu yang sangat lama dan proses yang panjang untuk mengubah neraca perdagangan yang defisit. Selama proses ini berlanjut, maka Rupiah akan tetap cenderung mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika dan harga emas dalam negeri akan cenderung naik.

Komentar