Menu
Pengertian dan Jenis Reksa Dana
Posted : 2021-12-30, By Admin
Pengertian dan Jenis Reksa Dana

Reksa dana adalah wadah untuk mengumpulkan dana para investor yang di kelola oleh manager investasi, dengan mengalokasikan pada berbagai jenis produk investasi. Reksa dana dianggap cocok untuk investor pemula, karena adanya manager investasi. Namun itu tetap bukan jaminan mendapatkan keuntungan, tetap dibutuhkan kecermatan untuk mengevaluasi produk reksa dana yang di beli melihat reputasi dan kinerja manager investasi, dan melakukan proporsi aset yang sesuai.

Dalam berinvestasi di reksa dana, kita bisa membeli produk investasinya secara eceran. Karenanya harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Berbeda dengan jika kita berinvestasi di saham, deposito, dan obligasi yang punya minimum pembelian yang relatif tinggi.

Apa aja si jenis-jenis Reksa Dana?

Secara umum, reksa dana terbagi menjadi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

1. Reksa Dana Pasar Uang.

Sebagian besar dana investasi akan dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito, sertifikat BI, atau obligasi.

Karakteristik Reksa Dana Pasar Uang:

  • Berisi dana tunai atau obligasi yang akan jatuh tempo.
  • Imbal hasilnya sedikit diatas deposito.
  • Reksa dana dengan risiko paling rendah.
  • Reksa dana paling aman.
  • Cocok untuk investasi jangka pendek (dibawah 1 tahun)

Beberapa ahli menyebutkan bahwa jenis reksa dana ini merupakan reksa dana yang paling cocok untuk para pemula. Dan atau bagi investor dengan profil risiko konservatif, sob. Reksa dana pasar uang ini bentuk investasinya dapat berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, Settifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan lain-lain. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Sebagian besar dana investasi dialokasikan ke obligasi perusahaan.

Karakteristik Reksa Dana Pendapatan Tetap:

  • Investasi pada sektor surat utang jangka panjang.
  • Imbal hasil lebih besar daripada reksa dana pasar uang.
  • Risiko menengah, masih relatif lebih besar daripada reksa dana pasar uang.
  • Cocok untuk investasi jangka menengah.

Reksa dana ini dikenal dapat memberikan return besar bahkan diatas reksa dana pasar uang tetapi dengan risiko minim, sob. Karna reksa dana ini berkutat pada sektor surat utang jangka panjang. Reksa dana ini mengeinvestasikan sekurang-kurangnya 80?ri aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi milik pemerintah dan swasta yang pergerakannya lebih stabil. Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang juga stabil.

3. Reksa Dana Saham

Sebagian besar dana investasi dialokasikan ke saham perusahaan.

Karakteristik Reksa Dana Saham:

  • Sebagian besar dananya dialihkan ke inatrumen saham.
  • Reksa dana dengan imbal hasil paling tinggi.
  • Reksa dana dengan risiko paling tinggi.
  • Cocok untuk investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

Reksa dana saham cocok menjadi pilihan para investor yang memiliki karakter agresif nih sob. Karna punya risiko yang paling tinggi diantara teksa dana lainnya. Reksa dana ini  menginvestasikan sekurang-kurangnya 80?ri aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Tujuannya untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang.

4. Reksa Dana Campuran

Dana investasi dialokasikan je instrumen investasi yang beragam, mulai dari pasar uang hingga saham.

Karakteristik Reksa Dana Campuran:

  • Merupakan reksa dana yang berisi portofolio kombinasi antara saham dan obligasi.
  • Imbal hasil dibawah reksa dana saham.
  • Risiko tinggi namun masih dibawah reksa dana saham.
  • Cocok untuk investasi jangka menengah (lebih dari 3 tahun).

Reksa dana campuran umunya direkomendasikan untuk investor yang memiliki karakteristik moderat, sob. Karna meski potensi returnnya tinggi, namun punya risiko yang juga lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Tujuan berorientasi pada pertumbuhan harga dan pendapatan. Namun reksa dana campuran ini, baik return maupun risikonya, masih berada dibawah reksa dana saham.

Apa si keunggulan Reksa Dana:

Kekiniannya kian dipermudah lagi dengan penerapan kemajuan teknologi. Hingga melakukan investasi reksa dana bisa dilakukan secara online melalui platform-platform yang ditawarkan oleh perusahan sekuritas.

  • Ada manager investasi.
  • Investor dapat melakukan diversifikasi investasi tanpa harus memiliki modal besar.
  • Investor awam sekalipun dapat menikmati keuntungan investasi di pasar modal.
  • Investor tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya.

Peluang risiko dalam Reksa Dana:

Setiap produk investasi pasti punya peluang risikonya masing-masing. Pun gitu dengan reksa dana, sob. Terdapat dua jenis peluang risiko dalam reksa dana yang perlu jadi perhatian kita nih sob.

1. Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan.

Risiko ini dipengaruhi turunnya harga dari efek saham, obligasi, atau surat berharga lainnya yang masuk dalam portofolio reksa dana. Namun risiko ini dapat diminimalisir oleh manager infestasi (selaku pengelola) dengan prinsip diversifikasi yang diterapkan.

2. Risiko liquiditas 

Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi manajer investasi jika sebagian besar investor reksa dana melakukan redemption (penjualan kembali) atas unit-unit yang dimiliki.

Sumber foto : freepik.com


Komentar