Menu
Frugal Living, Gaya Hidup Cermat Berhemat dan Pro Lingkungan
Posted : 2021-10-01, By Admin
Frugal Living, Gaya Hidup Cermat Berhemat dan Pro Lingkungan

Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi covid 19 telah memaksa dan mengkondisikan dunia beserta manusia didalamnya, untuk beradaptasi di segala hal agar bisa terus survive (bertahan hidup). 

Termasuk beradaptasi dalam berpikir dan perilaku keseharian, sehubungan dengan sikon ketidakpastian  ekonomi. Salah satunya yaitu dengan menerapkan gaya hidup frugal living. 

Pengertian Frugal Living

Frugal living merupakan gaya hidup yang cermat dan hemat dalam mengelola sesuatu tanpa mengesampingkan value atau nilai dari suatu barang.

Gaya hidup ini akan memanfaatkan apa yang ada secara maksimal dan tidak membeli sesuatu berdasarkan keinginan semata. Mereka mempunyai kesadaran serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. 

Mereka mengesampingkan rasa gengsi, dan tetap merasa nyaman melangkah keluar dari siklus konsumerisme. Pun, tetap nyaman tak mengikuti tren yang sedang populer atau up to date. Bahkan membeli barang-barang bekas pakai pun bukan hal yang memalukan bagi mereka, selama barang tersebut masih bagus dan berfungsi dengan baik, alias tahan banting.

Mereka akan berusaha cerdas dalam mengelola pengeluaran tanpa menghilangkan nilai suatu barang. Misalnya lebih memilih beli barang yang sedikit lebih mahal namun berkualitas bagus dan awet, daripada beli murah tapi mudah rusak.

Menabung dan Investasi

Frugal living merupakan cara yang ditempuh untuk merealisasikan rencana jangka panjang, termasuk untuk memenuhi tujuan keuangan di masa depan.

Kekiniannya, tak jarang orientasi mereka adalah mempersiapkan dana pensiun dihari tuanya. Karenanya, menabung juga merupakan bagian penting dari frugal living, begitu pula dengan investasi.

Meski begitu, investasi juga dilakukan dalam menunjang kesehatan. Berpola hidup sehat juga merupakan investasi untuk kebugaran serta kesehatan dihari tua. Diantaranya dengan berpikiran positif, menjaga kebersihan, mengatur pola makan, berolah raga, dan melakukan hal-hal untuk ketenangan jiwa serta kesehatan mental.

Latar Belakang Munculnya Frugal Living

Gaya hidup frugal living sebenarnya bukan gaya hidup yang benar-benar baru. Gaya hidup ini sudah ada sejak 2007. Namun kian populer diminati dan kian banyak diterapkan saat pandemi covid 19 ini.

Dasar awal kemunculan gaya hidup ini adalah meminimalisir sampah yang dapat merusak ekosistem. Sebagian besar dari aktivitas ekonomi manusia berakhir di tempat sampah. Dari pada menimbulkan lebih banyak barang dan sampah, mereka memilih untuk memanfaatkan kembali barang yang ada, atau mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang baru. Hal ini dikaitkan dengan upaya menghentikan atau mengurangi pencemaran lingkungan.

Latar belakang frugal living selanjutnya adalah karena dengan gaya hidup ini mereka dapat menggunakan dana yang mereka hemat untuk menyokong gerakan sosial tertentu, atau dapat melaksanakan tanggung jawab sosial terkait posisi mereka secara lebih baik.

Meski begitu, tak jarang mereka menjalankan frugal living karena memiliki orientasi pada kedua-duanya. Mereka menggunakan uang mereka baik untuk mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus menyokong gerakan sosial tertentu.

Beberapa pesohor dunia sudah menerapkan gaya hidup frugal living jauh sebelum pandemi covid 19 muncul. Diantaranya yaitu Mark Zuckerberg, Warren Buffett, Lady Gaga, Keanu Reeves, Leonardo DiCaprio dan Ratu Elizabeth II. Di Indonesia sendiri ada Cinta Laura, Desi Anwar, dan Raditya Dika.

Tentu saja para pesohor itu menerapkan gaya hidup frugal living dengan tujuan yang berbeda-beda, lebih dari sekedar melakukan penghematan.

Bagaimana sobat, tertarik belum untuk menerapkan gaya hidup frugal living ini di kehidupan sehari-hari? Atau malah sudah?


Komentar